Tampilkan postingan dengan label Naskah Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Naskah Lomba. Tampilkan semua postingan

Surat Untuk STILETTO Book

            

SOLO, 07 Febuari 2014

Teruntuk :
STILETTO Book
Di hatiku...

Dear STILETTO Book...

 Stiletto...

 Stiletto...

 Stiletto...

Ini yang kesekian kalinya aku mengucapkan nama itu...
Stiletto...

STI – LET – TO ...

Benar begitu aku mengeja dan membacanya???
Hehehehe,,,
Nama yang benar – benar sangat unik dan cantik... (Arti dan makna namanya pun pasti juga sangat indah.... seperti penuLisnya :D kkkkkk..)
Entah mengapa, ketika aku membaca namamu, aku kok jadi semakin tertarik ingin mengenalmu lebih jauh ya...

Tapi, bagaimana caranya?
Hmmm....
Ah... aku bingung bagaimana caranya supaya aku bisa mengenalmu...
PadahaL...
Pepatah mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Karena aku sudah mengenal namamu, sekarang aku serius ingin bisa mengenalmu lebih jauh dan lebih banyak lagi supaya aku bisa menjadi soulmate terbaikmu, Stiletto Book.

Dear Stiletto Book...

Sedikit Informasi mengenai dirimu yang sudah aku dapatkan (Walaupun baru beberapa persen saja, but, it’s No Problem... Seiring berjalannya waktu, aku pasti bisa mengenalmu lebih baik lagi).

Dear Stiletto Book...

Namamu sungguh cantik, benar – benar sesuai dengan makna yang terkandung di dalamnya. Stiletto.... yang didalam namanya terkandung makna untuk bisa membuat para perempuan merasa lebih seksi dengan kecerdasannya, lebih percaya diri dengan kemampuannya dan lebih cantik dengan pengetahuannya. Kau benar – benar semangat sekali untuk mencerdaskan para perempuan. Semua yang ada pada dirimu benar – benar berkaitan dengan perempuan dan kau berusaha memotivasi para perempuan untuk berubah menjadi yang lebih baik. Aku rasa kamu benar – benar memiliki banyak pengetahuan tentang perempuan dengan segala masalah dan problematika yang dihadapi para perempuan. Bolehkah aku tau kenapa engkau benar - benar peduli sekali terhadap para perempuan? Begitu berharganya para perempuan bukan? :)

Dear Stiletto Book...

Aku merasa bahwa jika aku bisa mengenalmu, itu akan sangat membahagiakan. Dan rasa bahagia itu tidak mampu kulukiskan dengan kata – kata. Bagaimana tidak bahagia, aku adalah seorang perempuan yang merasa bahwa diriku banyak sekali kekurangan dan tidak pernah merasa percaya diri dengan segala kekuranganku. Dan akhirnya takdir harus menemukanmu dengan sesosok motivator untuku. Itulah kamu, Stiletto...

Ah... ingin sekali rasanya aku bisa mengenalmu lebih jauh. Mengenalmu untuk membantuku sebagai seorang perempuan, apalagi ketika masalah tiba – tiba datang dan aku tidak mendapatkan solusi. Terutama yang berkaitan dengan segala kekurangan yang aku miliki. Not beautiful, Not Rich, Not smart. Maukah engkau menjadi tempat curhatku? :) Aku ingin bergabung untuk menjadi bagian dalam hidupmu. Aku yakin kita akan bisa saling menyemangati.

Stiletto... kamu mempunyai semangat dan motivasi yang kuat untuk membuat para perempuan smart and sexy. Maka dari itu, dengan segala kemampuan yang aku milik, aku beranikan diri untuk menulis surat kepadamu supaya aku bisa mengenalmu lebih jauh. Aku ingin menjadi smart and sexy setelah aku mengenalmu. Aku ingin berubah. Bukan menjadi wanita yang biasa seperti ini dan tidak tau apa yang harus kulakukan dengan segala bentuk kekuranganku. Aku ingin berubah menjadi luar biasa. Sangaaattt luar biasa. SMART and SEXY. It’s me... Aku ingin menjadi bintang. Bintang yang bersinar di gelapnya langit malam. Kerlipnya sangat cantik dan indah bukan?
Aku merasa, sekarang kamu adalah matahariku dan aku adalah bunga matahari yang akan selalu mengikuti kemanapun engkau pergi...
Maukah engkau membantuku menjadi perempuan Smart and Sexy sepertimu???
#sangat berharap :)

Dear Sttileto Book...

Mungkin hanya sebatas ini yang mampu saya tuliskan. Tulisanku memang tak indah dan mungkin sangat membosankan. Aku sadar, aku memang bukanlah seorang penyair atau bahkan penulis buku best seller yang bisa merangkai kata – kata dengan indah... Aku hanyalah perempuan biasa yang ingin berubah menjadi luar biasa...
Menjadi Smart and Sexy.... sepertimu... :)

Dear Stiletto Book... aku pengen  baca ini :


Sumber : www.StilettoBook.com




Nama Lengkap : Madda Yadal Musaa'adah

Email : hana_yuki26@yahoo.co.id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kecewa Pada Nilai


Kecewa Pada Nilai

Dear JNE Inspirasi
Terimakasih atas kesempatannya untukku berbagi kekecewaan. Terimakasih karena engkau mau menjadi tempat keluh kesahku saat ini. Saat ini aku ingin sekali berbagi kekecewaanku bersamamu...
Setiap manusia pasti memiliki perasaan. Salah satu perasaan yang dimiliki seorang manusia adala perasaan kecewa. Perasaan kecewa tersebut hadir karena suatu sebab. Begitu pula perasaan kecewa yang ada dalam hatiku ini. Ada penyebabnya. Penyebab kecewa yang menyerang hatiku ini tak lain karena teman kampusku. Ya… beberapa  teman di kampusku membuatku merasakan kecewa yang teramat sangat. Bagaimana bisa?
Aku adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas swasta. Ketika selesai mendapatkan semua materi perkuliahan dalam satu semester, kampus akan mengadakan ujian semesteran setiap tahunnya. Ujian tersebut adalah ujian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan mahasiwa dalam menerima materi perkuliahan di kelas. Ketika hasilnya nanti tidak memenuhi standar, mahasiswa tersebut harus mengulang atau mengadakan remidi untuk perbaikan nilai.
Seperti biasa, ketika ujian tempat duduk kami diatur oleh panitia pengawas ujian. Kami  duduk sendiri sendiri dan tempat duduk kami urut absen. Hal tersebut akan memudahkan pengawas untuk mengawasi ujian supaya tidak ada bentuk kecurangan yang terjadi di dalam kelas.
 Malam harinya sebelum ujian, aku selalu belajar supaya esoknya aku bisa mengerjakan ujian tersebut. Beberapa temanku malas untuk belajar dan mereka menggampangkan ujian. Ketika hari H, aku sudah siap mengerjakan ujian. Beberapa temanku yang tidak belajar, mereka  mengerjakannya sambil “OPEN BOOK” alias menjaplak. Mereka membuka buku catatan dari tempat persembunyian dan menuliskan jawabannya di lembar jawaban. Ada yang menuliskan contekannya di kertas kecil dan dimasukkan di saku kemeja atau di tempat pensil. Ada yang browsing lewat Handphone, ada yang SMS-an dengan teman di sebelah ruangan. Ada pula yang menuliskan contekannya di tangan. Mereka mempunyai banyak cara untuk mencontek supaya tidak ketahuan oleh pengawas. Ketika di buku catatan tidak ditemui jawabannya, mereka akan berdiskusi dengan teman sebelahnya atau bertanya kepada yang lain. Lembar jawabanpun muter kemana – mana untuk dicontek. Aku jadi berfikir “Ini ujian ataukah diskusi sih?” Kulihat pengawas yang menjaga ruangan. Pengawaspun juga tidak mengetahui ulah mereka. Aahh… menyebalkan sekali. “Ini tidak fair…!!!” batinku teriak.
Sempat aku merasa kesal dengan ulah mereka. Kenapa? Mereka tidak fair untuk berjuang mendapatkan nilai bagus dan nilai IPK cumlaude. Ketika ujian telah selesai dan hasil sudah dipajang di papan pengumuman, banyak dari mereka yang mendapatkan nilai “A”. Ada juga yang mendapatkan nilai cumlaude. Kulihat wajah mereka yang tersenyum senang dan bangga mendapatkan nilai “A”. Nilai yang sangat memuaskan. Meskipun aku sendiri mendapatkan nilai A juga, tapi aku tetap merasa itu tak adil. Aku yang belajar sungguh – sungguh, tidak mencontek ataupun membuka buku catatan, mempunyai nilai yang sama dengan temanku yang mencontek. Kenapa aku harus disamakan dengan mereka yang tidak jujur? Aku tidak mau. Aku susah payah mengerjakan dengan kemampuanku sendiri, harus disamakan dengan mereka yang tidak fair. Tidak jujur. Benar – benar tidak adil.
Hanya karena “NILAI” banyak orang berkorban kejujuran untuk mendapatkan itu. Ini baru masalah “Nilai” di dalam rumah kita menuntut ilmu. Bukankah kita sudah mendapatkan pelajaran tentang kejujuran di lembaga – lembaga pendidikan???

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MUSEUM SANGIRAN

Melangkahkan kaki menapaki jalan bersama
Ulasan perjalanan menuju jaman prasejarah
Sebuah situs terbesar ASIA
Elok kawasan wisata tak tertandingi
Usai kaki berhenti dan gapura menyambut
MUSEUM PURBAKALA SANGIRAN
Sragen… kami datang
Arena yang siap untuk dimasuki
Nampak bangunan museum megah di atas bukit
Geologi, Antropologi, Arkeologi, Palaeonthropologi
Ilmu lengkap siap dikaji satu persatu
Ruang laboratorium.,, buku terpajang di perpustakaan, diaroma indah
Aneka bentuk ribuan fosil
Nilai sejarah termahal sepanjang abad
Sangiran…
Ragam ilmu terbentang luas didepan mata
Ada sebuah menara, lihatlah… lihatlah… lihatlah…
Gardu pandang tinggi menggapai langit
Elokkan pemandangan Sangiran
Nyalakan slogan JAS MERAH dalam jiwa
JAngan Sekali-kali MElupakan sejaRAH
Apakah engkau tahu?
WORLD HERITAGE SITUS
Anugerah terbesar untuk Sangiran
Tanda penghargaan UNESCO
Engkau semuanya… datanglah… kunjungilah…
Nyalakan semangatmu untuk belajar bersama
Gali ribuan ilmu dan rawatlah
Aset penting yang dimiliki bangsa
Harus dijaga untuk INDONESIA
                                                                                                           Karanganyar, 11 November 2013



Keterangan :
>>> Huruf pertama setiap kata di bagian awal kalimat ( yang berwarna hitam tebal) jika dibaca dari atas kebawah berbunyi “ MUSEUM SANGIRAN SRAGEN JAWA TENGAH ”
Sedikit ulasan mengenai Museum Sangiran :
            Sragen merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah, Negara Indonesia. Di kabupaten Sragen terdapat sebuah desa bernama desa Krikilan, yang berada di kecamatan Kalijambe. Di daerah tersebut berdiri sebuah bangunan megah. Yakni bangunan museum yang terkenal dengan nama MUSEUM SANGIRAN.
            Museum Sangiran merupakan museum yang terlengkap dn terbesar di Asia bahkan di dunia. UNESCO menetapkan Sangiran sebagai salah satu WORLD HERITAGE SITE. Keberadaan museum ini harus benar-benar dijaga kelestariannya karena merupakan aset penting yang dimiliki bangsa untuk keilmuan.
           Di dalam museum terdapat berbagai fosil yang jumlahnya ribuan. Ada macam fosil manusia purba seperti Pithecanthropus Erectus, Meganthropus, Homo Sapiens, ada pula artefak, kapak jaman manusia purba, diaroma, dan lain-lain. Selain itu terdapat sarana perpustakaan dan laboratorium yang juga begitu lengkap untuk penelitian. Banyak wisatawan yang datang berkunjung disana. Ada yang sekedar melihat ribuan fosil makhluk hidup jaman dulu kala. Ada pula yang datang untuk melakukan penelitian. Tempat ini juga sangat bagus dan cocok untuk dijadikan penelitian geologi, antropologi, arkeologi, dan sebagainya. Apalagi di dekat museum Sangiran juga terdapat Menara Pandang yang tinggi, sehingga kita bisa melihat pemandangan indah di kawasan tersebut.
          Datanglah untuk berkunjung ya… saya yakin anda tidak akan menyesal jika anda datang ke Museum Sangiran.... ^___^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SOLO Unik Bahasa dan Aksara

 Kontes Tulisan Tentang Solo



         Mendengar kota Solo, pikiran saya langsung tertuju pada bahasa. Bagaimana bisa? Teringat belasan tahun yang lalu saya ditegur oleh guru SMP Negeri di Solo, ketika saya memanggil beliau “Kowe”. Saya berfikir saya tidak salah, karena kata “kowe” itu juga termasuk bahasa Jawa yang artinya “kamu”. Karena takut ditegur lagi, saya mengganti kata “kowe” dengan menggunakan kata “panjenengan” ketika mengobrol dengan teman – teman sebaya. Sayapun ditegur lagi. Haduuhh. Saya bingung harus memanggil apa  :( . Sangat memalukan.

      Setelah diajari, saya baru ngeh. Ternyata penggunaan bahasa “kowe” dan “panjenengan” yang artinya sama yaitu “kamu”, mempunyai konteks penggunaan yang berbeda. Hadeehh… saya harus banyak – banyak belajar bahasa supaya tidak keliru lagi. Maklum, di dalam keluarga kami terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi harian.

         Ya… memang begitulah bahasa Jawa di Solo. Bahasa di Solo itu unik dan sopan. Bayangkan, Solo yang merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Tengah, mempunyai lebih dari satu bahasa Jawa. Bahasa keseharian yang digunakan masyarakat sehari – hari memang menggunakan bahasa Jawa. Akan tetapi, bahasa Jawa tersebut mempunyai cabang yang beragam. Ada dua bahasa Jawa yang digunakan keseharian, yakni bahasa Ngoko dan bahasa Krama. Bahasa Ngoko saja dibagi menjadi dua, yakni bahasa Ngoko Lugu dan Ngoko alus. Sedangkan bahasa Krama terbagi menjadi bahasa Krama Lugu, Krama Alus, dan Krama Inggil. Uniknya lagi, macam – macam bahasa itu harus disesuaikan lagi dalam penggunaannya. Ketika ada seorang anak yang akan berbicara kepada orang yang lebih tua dan dihormati dia harus menggunakan bahasa Krama dengan menggunakan Krama Inggil dengan penggunaan kosa kata yang sangat halus dan sangat sopan. Berbeda ketika anak tersebut berbicara dengan teman sebayanya, dia tidak perlu menggunakan bahasa Krama dan cukup hanya menggunakan bahasa Ngoko.

      Ketika kalian berada di Solo, kalian akan mendengar komunikasi masyarakat Solo dengan bahasa yang halus, bahasa yang sopan dan lemah lembut. Benar – benar bahasa yang menjadi ciri khas masyarakat Solo. Itu yang membuat saya tertarik untuk mempelajarinya dan betah untuk mendiami kota yang mempunyai slogan BERSERI (Bersih, Sehat, Rapi, Indah).
Selain bahasa, ada lagi yang unik dari kota Solo, yakni Aksara Jawa. Pernah kan ketika kalian berkunjung di Solo menemukan tulisan aneh yang berada di papan, gapura, plakat jalan atau dimanapun menggunakan sebuah aksara seperti ini :



suge=rwuh 



Bacanya : SUGENG RAWUH

Artinya   : SELAMAT DATANG

      Nah, itulah yang dinamakan aksara Jawa. Tidak hanya orang Korea, Cina, Jepang, Thailand dan sebagaian Negara lain yang mempunyai aksara unik – unik yang digunakan sebagai bahasa tulis. Di Indonesiapun tepatnya di Solo, Jawa Tengah, juga mempunyai aksara unik semacam itu. Hanya ada satu – satunya aksara Jawa terunik yang dimiliki bangsa Indonesia. Itulah aksara Jawa.

HURUF
AKSARA   JAWA
ha
a
na
n
ca
c
ra
r
ka
k
da
f
ta
t
sa
s
wa
w
la
l

      
        Aksara Jawa Nglegena

      
     Awalnya saya memang kesulitan ketika mempelajari aksara Jawa. Harus membuka catatan berkali – kali supaya bisa membaca aksara tersebut. Akan tetapi, ketertarikan saya untuk mendalami dan mempelajari aksara Jawa membuat kesulitan tersebut sirna. Meskipun belum terlalu lancar, saya bisa membaca tulisan – tulisan aksara Jawa yang terdapat di naskah teks – teks kuno ketika berkunjung ke museum Radya Pustaka ketika melakukan penelitian naskah – naskah Jawa. Aksara Jawa tersebut baik yang tersirat maupun tersurat, banyak mengandung arti dan filosofis yang begitu luhur untuk dijadikan pelajaran.

        Tak heran, hanya karena bahasa dan aksara Jawa, benyak orang manca dan orang luar Jawa yang tertarik mempelajari, terutama saya pribadi. Benar – benar sangat unik dan menarik untuk dipelajari. Aset budaya bangsa yang harus dijaga kelestariannya.

        Suatu saat nanti, ketika saya bisa menjadi duta budaya sesuai dengan cita-citaku selama ini, saya akan mengenalkan bahasa dan aksara Jawa ini kepada dunia luar. Saya akan mengajarkan bahasa tersebut kepada khalayak luas. Saya ingin mereka mengenal dan mempelajarinya.

Solo… The Spirit of Java.

Saya benar – benar bangga menjadi penduduk di SOLO.

I LOVE U SOLO


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SOLO : PETUALANGAN JURUG

Kontes Tulisan Tentang Solo




    Mendengar kebun binatang, banyak yang lansung menuju ke Gembira Loka atau kebun binatang yang lainnya.

         Eitzzz… jangan salah. Jika kalian tinggal di Solo atau pergi ke Solo, kalian akan menemukan kebun binatang di dekat pinggir sungai Bengawan Solo. Kebun binatang di Solo ini juga tak kalah menariknya dibandingkan dengan kebun binatang yang lainnya. Lokasi yang strategis menjadikan tempat yang cocok untuk berkreasi bersama keluarga atau berpetualang disana.

        Berawal dari agenda study tour anak – anak PAUD di salah satu PAUD di kota Solo, saya bersama pengasuh yang lain merencanakan untuk study tour sesuai dengan tema pembelajaran tentang “Binatang”. Karena pelajaran bertema tentang binatang, pembelajaran di lapangan kami harus mengenalkan secara langsung macam – macam binatang kepada anak – anak. Saat itu kami langsung tertuju pada satu tempat, yakni “JURUG” yang lokasinya tak jauh dari sekolah. Setelah direncanakan semuanya, akhirnya kami bersama anak – anak bisa berangkat menuju kesana.

      Taman Wisata Jurug atau dikenal dengan Kebun Binatang Jurug, merupakan salah satu kebun binatang yang terkenal di Solo tepatnya berada di jalan Ir. Soetami no. 40, Solo (dekat kampus Universitas Sebelas Maret (UNS)). Letaknya yang strategis di pinggir sungai Bengawan Solo dekat jalan utama yang menghubungkan Solo – Karanganyar memudahkan untuk dijangkau.
Sesampainya disana dan membayar tiket, kami langsung masuk ke dalam kebun binatang.     “Waaaahhh…” gumam anak – anak ketika mereka sudah berada di dalam. Kedatangan kami disambut pepohonan rindang di kanan kiri jalan setapak yang kami lalui. Anak – anak terlihat sangat bersemangat menjelajahi lokasi. Tempat yang nyaman, bersih dan para petugas yang ramah membuat kami merasa betah.

         Ada ratusan flora dan fauna di Jurug. Ada harimau, gajah, beraneka burung, ular, rusa, unta, dan aneka macam satwa lainnya. Banyak juga tumbuhan yang ditemui disana. Ada akasia, trembesi, cemara, pinus, dan lain sebagainya.

Anak – anak terlihat sangat antusias bertanya tentang binatang yang berada di dalam kandang.
“Amah… itu hewan apa?”

“Ternyata gajah itu besar sekali ya? Ayo kita naik gajah, amah…”

“Amah… kenapa bebeknya bisa berenang ya.”

“Kenapa orang hutannya di kandang? Kasihan ya, amah…”

Bla… bla.. bla…

       Banyak sekali pertanyaan yang diajukan dan mereka sangat aktif. Mereka juga ikut memberi makan beberapa binatang yang berada di dalam kandang dengan makanan yang sudah disediakan petugas. Beberapa anak yang lainnya menaiki gajah dan unta.

     Setelah puas berjalan – jalan melihat binatang, kami menaiki kereta mini atau biasanya disebut dengan kereta kelinci. Dengan kereta mini tersebut kami bisa mengelilingi seluruh lokasi kebun binatang dan melihat banyak binatang dari kereta.


     Puas melihat – lihat dan berpetualang, kami beristirahat di bawah pohon dekat tempat bermain dan makan siang bersama dengan bekal makan siang yang sudah kami bawa. Selesai makan, kami semua bermain bersama di taman bermain. Melihat keceriaan dan kebahagiaan yang anak – anak yang menikmati petualangan serasa saya ingin meneteskan air mata. Mereka bisa belajar banyak hal yang disini dan tentunya sangat bermanfaat bagi anak – anak.

     Terimakasih Solo yang sudah memberikan taman wisata di Solo. Kebun binatang disini mampu menjadikan anak – anak didik kami pandai. Solo is the Best. Solo… kota wisata sekaligus kota pelajar bagi saya dan yang lainnya.

“Amah…. Besok main kesini Lagi ya.”

“Iya amah… mau naik gajah yang besar.”

“Bukan… bukan gajah…. Unta.”

“Bukan… bukan…”

Anak – anak ribut sendiri – sendiri dan membuat kami semua tertawa.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

By :

By :

AVRIL Lavigne - My Happy Ending